Serba-serbi Maba

Selama 4 hari, yaitu dari tanggal 21 – 24 Agustus 2017 kemarin sebanyak 5.230 mahasiswa baru Universitas Negeri Yogyakarta baru saja menyelesaikan PKKMB baik di Universitas, Fakultas, ataupun Jurusan masing-masing. Lain tingkatan, lain kenangan. Para mahasiswa baru ini pastinya punya kenangan sendiri tentang masa-masa SMA-nya, tapi pastinya mereka juga baru saja membuat kenangan baru sebagai seorang mahasiswa.

Raras Dhina Pangesti, contohnya, mahasiswa baru yang memilikki akun instagram @dhinapgs ini merasakan sesuatu yang menyenangkan selama mengikuti PKKMB di Universitas Negeri Yogyakarta. Raras yang emang udah kepengen banget kuliah di jogja sejak SMA ini, seneng banget waktu tau keterima di Universitas Negeri Yogyakarta, tapi juga ada rasa takut, karena mendengar  harus mengikuti OSPEK/PKKMB sebelum rutin melakukan kegiatan perkuliahan di kampus pendidikan ini. Berangkat dari pengalamannya di SMA, Raras ngira kalo OSPEK/PKKMB Universitas nanti bakalan ada drama-drama dari senior/kakak-kakak angkatan dan menurutnya itu gak keren. Tapi, ternyata hal yang dialaminnya beda banget, karena selama dia ngikutin PKKMB di Universitas, Fakultas, dan Jurusan justru dia katanya malah dapet pengalaman yang gabisa dilupain. Mulai dari kenal temen-temen baru sampai makin tau culture di Indonesia yang beragam. Bahkan, katanya sampe artikel ini diterbitkan dia masih belum bisa lupain euphoria-nya lho. Hahah.

Kalo Rina Suhartanti sepertinya juga sepakat sama Raras. Rina adalah salah satu dari sekian mahasiswa baru Universitas Negeri Yogyakarta yang berhasil diterima di Jurusan Pendidikan IPS. Punya cita-cita jadi guru, bikin tekad dia makin mantap buat masuk ke Univeritas Negeri Yogyakarta. Tapi, sekarang cita-citanya berubah dan agak sedikit bergeser, pengen jadi dosen katanya. Rina yang juga mengira PKKMB di Universitas Negeri Yogyakarta bakal ada acara marah-marah dan perploncoan ternyata salah besar, dia justru ngikutin PKKMB tanpa beban. Banyak momen yang bikin dia pengen PKKMB lagi, contohnya adalah momen waktu dia dan temen-temen sefakultasnya meneriakkan yel-yel dan koreo di GOR Universitas Negeri Yogyakarta. Dia ngerasa disitu terasa banget kekompakkannya. Selain menyenangkan, Rina juga dapet banyak hal yang bisa disimpan dalam kepalanya. Karena di PKKMB, dia dapetin materi-materi gimana cara beretika dan bersikap sebagai seorang Mahasiswa dan juga talkshow-talkshow dari tokoh Inspiratif yang dia liat selama PKKMB.

Setelah dua orang tadi yang berada dalam satu kubu yang menganggap PKKMB itu menyenangkan, ketambahan lagi sama Afifah Nadiatun Annisa Haya nih, Balamuda. Dia adalah anak SMA yang baru saja bertransformasi menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Negeri Yogyakarta. Menurut informasi dari dia langsung, erempuan yang biasa dipanggil Afi ini emang udah dari dulu pengen masuk Unversitas Negeri Yogyakarta. Selain karena menurutnya Universitas Negeri Yogyakarta adalah kampus idaman, rumah yang ditinggali afi sekarang juga jaraknya gak begitu jauh dengan kampus. Afi yang sudah 4 hari mengikuti PKKMB Universitas Negeri Yogyakarta ini, ngerasa masih belum bisa move on dari PKKMB Universitas Negeri Yogyakarta. Karena emang orangnya yang suka srawung, dia seneng karena di PKKMB tersebut dapetin banyak temen-temen baru yang bisa diajak main. Meski awalnya ngerasa males buat ikut PKKMB karena takut dimarahin sama penghuni kampus, justru sebaliknya Afi merasa nyaman dengan sambutan hangat dari kakak-kakak di Universitas Negeri Yogyakarta.

Perubahan nama PKKMB menjadi OSPEK yang tujuannya adalah untuk merubah imej pengenalan kampus bagi mahasiswa yang sering dikaitkan dengan perploncoan menjadi sebuah wadah untuk memberikan wawasan dan informasi dengan dikemas dalam hal yang menyenangkan bagi mahasiswa baru sepertinya memang berhasil, Balamuda. Tiga cerita dari teman-teman mahasiswa baru mengenai PKKMB Universitas Negeri Yogyakarta 2017 adalah gambaran bahwa memang seharusnya untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan juga menanamkan kedisplinan tidak perlu dibentak, tapi dibentuk. (DHK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *