Slank Kembali Garang

Selasa, 7 Februari 2017, Slank resmi meluncurkan album ke 22 berjudul Palalopeyank di markas mereka di Gang Potlot, Durentiga, Jakarta Selatan. Band yang sudah bisa dikatakan sebagai legend dalam industri musik Indonesia ini kembali garang dan menunjukkan eksistensinya melalui karya-karya baru mereka yang bertajuk “Palalopeyank”.
Nama Palalopeyank dipilih slank sebagai nama album mereka yang ke-22 sebagai sindiran atau bentuk perang slank terhadap hoax (kabar bohong) yang kini tengah marak terjadi di Indonesia. Di mata Slank, sudah menjadi rahasia umum saat ini bahwa kabar-kabar tak benar digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk membuat situasi semakin runyam.
Proses peluncuran album ini sendiri cukup menarik perhatian, karena untuk pertamakalinya sejak Slank 7, tak ada campur tangan Abdee di album ini. Seperti yang diujarkan oleh Bimbim, salah satu personel Slank, bahwa Abdee tidak bisa terlibat dikarenakan alasan kesehatan. Menurutnya, album ini didedikasikan untuk Abdee agar spirit Abdee tetap ada dalam jiwa Slank.
Album yang berisi 12 track ini, dari segi musik sangat kental dengan nuansa rock tempo tinggi. Bimbim mengaku ada kemarahan yang tertuang dalam album ini.. Menurut Kaka, album ini juga disebutnya sebagai sarana untuk mendongrak musik rock agar kembali berjaya seperti era 80 dan 90-an serta memicu kembali munculnya band-band lain yang membuat album rock.
Dalam album Palalopeyank ini, Slank juga melibatkan salah satu produser rekaman yang sudah terkenal pernah memproduseri banyak musisi dunia, yaitu Steve Lillywhite. Ia dipercaya untuk engineering dalam mixing dan mastering album Palalopeyank. Sang vokalis, Kaka, menuturkan sudah lama Slank ingin memiliki lagu dengan tempo cepat dan irama yang keras. “Memang kami sengaja pengen bikin album rock,” kata Kaka di Gang Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Februari 2017.
Album ini dibuka dengan lagu Palalopeyank. Menurut Bimbim, konsep dasar lirik lagu ini terinspirasi dari tingkah laku generasi masa kini yang gemar mengurusi urusan orang lain dan suka menebar kebencian di media sosial. “Mereka gampang banget tersulut,” ujar Bimbim.
Dalam album Slank ke 22 ini terdapat 12 lagu diantaranya adalah lagu berjudul Palalopeyank dan sebelas lagu lainnya, seperti NgeRock, Orang Merdeka, Rock n’ Roll Terus, Hutan Karma, Party di Bali, Tampiasih, Slanky Honey, Santai Blues, Maomettano Luke Almachzumi, dan Menolak Tua.
Lagu Menolak Tua yang diciptakan Kaka dan Bimbim membuktikan bahwa performa mereka masih muda dan energik. “Kalau terlalu berisik, kamu terlalu tua!” begitu kata Bimbim. Selain menghadirkan lagu dengan beat cepat, seperti biasanya, Slank menyisipkan satu lagu yang slow yang berjudul Terlalu Pahit. Lagu ini merupakan lagu cinta yang dinyanyikan bersama penyanyi pendatang baru, Wizzy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *